Sakura jatuh hentakkan bentala
Senada dengan air mata
Tanda perpisahan
Di musim semi yang sebam
Tiada suara burung gereja
Siswa berseragam pun telah
Tiba di rumahnya
Tinggal ku yang tetap diam
Memori masa muda
Selepas pulang sekolah
Mengucapkan “sampai jumpa”
Haruskah selamanya
Menyanyikan tembang “Sayonara”
Kalau aku pergi ‘tuk wujudkan mimpi
Meninggalkanmu disini berteman sepi
Akankah kau nanti aku kembali pulang kemari
Walau itu belum pasti
Kalau kau sadari rasa dalam hati
Ingin bertemu denganmu di malam nanti
Apakah kau masih tak yakin selama ini
Dimana mesti ku cari
Tak pernah ku dengar tentang kabarnya
Sungguh aku tidak tenang
Tanpa serestunya
Tanpa dukungan darinya
Oh Tuhan, pertemukan aku dengan
Seseorang yang ku kenang
Karena sedianya
Selalu ingin disampingnya
Memori masa muda
Selepas pulang sekolah
Mengucapkan “sampai jumpa”
Haruskah selamanya
Menyanyikan tembang “Sayonara”
Kalau aku pergi ‘tuk wujudkan mimpi
Meninggalkanmu disini berteman sepi
Akankah kau nanti aku kembali pulang kemari
Walau itu belum pasti
Kalau kau sadari rasa dalam hati
Ingin bertemu denganmu di malam nanti
Apakah kau masih tak yakin selama ini
Dimana mesti ku cari
Sebelum Sakura tak lagi terlepas
Sebelum air mataku habis terkuras
Sebelum berangkat, sebelum angin fajar menyapa
Aku akan tetap setia
Akhirnya kau datang di saat yang tepat
Waktunya tubuh ini memelukmu erat
Biar amat berat, kita harus berpisah
Menyisihkan “sampai jumpa”
Menyisihkan satu kata
“Sayonara”
************************************************************
Manakah yang akan kalian pilih: “impian” atau “pasangan”?
Jika suatu
hari nanti, ada kesempatan datang pada kalian dan dapat menjamin untuk
bisa wujudkan mimpi, namun resikonya kalian harus jauh dari kekasih
alias menjalani hubungan jarak jauh...
Apakah kalian akan mengambil kesempatan itu?
Memang
tidak mudah jika biasanya selalu bertemu dan berdekatan tapi kini harus
dipisahkan untuk sementara dan mengandalkan rasa rindu.
Dari
situlah, ketika kita menerima tawaran tersebut, kita ingin bertemu
dengan pasangan kita untuk terakhir kalinya sebelum berpisah, entah
berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, hanya demi mengucapkan “Sayonara”.
Senada dengan judul lagunya, ini adalah Japanese-Style Pop dengan kesan
akustik dan didramatisir dengan string section. Terasa pas sebagai
penghujung perjalanan di album ini.
Selain notasinya yang indah,
saya sadar setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, begitupun album
foto yang punya halaman terakhir dan album musik yang punya lagu
penutup. Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi dengan kenangan dan
keceriaan yang baru.
************************************************************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar